PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
1. Akreditasi
- Akreditasi Perguruan Tinggi: Unggul oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
- Akreditasi Program Studi Unggul oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).
2. Keunggulan
- Prospek Karier Fleksibel: Lulusan tidak hanya bisa menjadi pendidik (Pamong Belajar atau Penilik), tetapi juga fasilitator desa, staf CSR perusahaan, pengelola lembaga bimbingan belajar dan kursus, hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kementerian.
- Fokus Pemberdayaan Masyarakat: Kurikulum dirancang untuk mengatasi masalah sosial yang nyata melalui jalur pendidikan non-formal seperti pelatihan keterampilan praktis dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
- Jejaring Luas: Jurusan PLS UM sangat aktif berkolaborasi dengan ahli dari luar negeri, contohnya mengadaptasi sistem pendidikan masyarakat berbasis budaya dari Jepang untuk diterapkan secara praktis di Indonesia.
3. Fasilitas yang Tersedia
Mahasiswa PLS UM didukung oleh fasilitas di bawah Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) yang memadai untuk menunjang teori dan praktik di lapangan.
- Laboratorium PLS: Ruang praktik khusus untuk merancang program pemberdayaan masyarakat dan melakukan simulasi pelatihan.
- Gedung Kuliah Bersama (GKB): Ruang kelas modern yang nyaman, difasilitasi dengan teknologi pembelajaran digital, proyektor, dan pendingin ruangan.
- Perpustakaan Universitas dan Fakultas: Menyediakan ribuan literatur fisik serta akses jurnal keilmuan internasional secara gratis untuk mendukung riset mahasiswa.
- Fasilitas Pendukung Terpadu: Sarana olahraga yang lengkap, poliklinik, unit kegiatan mahasiswa, dan akses internet berkecepatan tinggi di seluruh area kampus.
4. Tantangan Selama Perkuliahan
Jurusan ini menuntut mahasiswanya memiliki keaktifan, mental yang tangguh, dan kepekaan sosial yang tinggi.
- Stigma Masyarakat: Masih ada anggapan bahwa pendidikan non-formal adalah "pendidikan alternatif" dibanding sekolah formal. Mahasiswa ditantang untuk terus membuktikan dan menyosialisasikan dampak nyata PLS di tengah masyarakat.
- Tuntutan Praktik Lapangan: Mahasiswa akan dituntut untuk sering terjun langsung ke lapangan seperti ke balai desa, lembaga pemasyarakatan, panti asuhan, atau PKBM. Hal ini membutuhkan keterampilan komunikasi dan adaptasi sosial yang kuat.
- Kreativitas Pemecahan Masalah: Mahasiswa diwajibkan untuk berpikir kritis dalam merancang modul pelatihan atau program pemberdayaan yang harus disesuaikan dengan berbagai macam karakter masyarakat yang beragam.
5. Biaya Kuliah (Uang Kuliah Tunggal / UKT)
Sistem pembayaran di UM menggunakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibayarkan per semester tanpa ada uang pangkal atau uang gedung lagi (khusus jalur seleksi SNBP dan SNBT).
- Kelompok 1 : Rp 500.000
- Kelompok 2 : Rp 1.000.000
- Kelompok 3 : Rp 3.500.000
- Kelompok 4 : Rp 4.250.000
- Kelompok 5 : Rp 4.750.000 - Rp 5.200.000
- Kelompok 6 : Rp 5.250.000 - Rp 6.600.000
- Kelompok 7 : Rp 5.500.000 - Rp 8.000.000
6. Estimasi Biaya Hidup di Malang
Malang dikenal sebagai kota pendidikan dengan biaya hidup yang relatif terjangkau dibandingkan Jakarta atau Surabaya.
- Kost: Rp.700.000 – Rp. 1.500.000 Tergantung fasilitas (Kamar mandi dalam/luar)
- Makan: Rp 1.200.000 – Rp 1.800.000 Asumsi 3x makan (Warung/Warteg)
- Bensin & Kuota: Rp 200.000 – Rp 300.000 Pemakaian motor & internet standar
- Lain-lain: Rp 200.000 – Rp 400.000 Laundry, fotokopi, & perlengkapan mandi
- Estimasi Total : Rp 2.300.000 - Rp 4000.000
Universitas Negeri Malang
Excellence in Learning Innovation
Jl. Semarang No.5, Malang