Sunday, 19 April 2026
FARMASI

FARMASI

1. Akreditasi

  • Akreditasi Perguruan Tinggi: Universitas Brawijaya saat ini memegang akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
  • Akreditasi Program Studi Sarjana Farmasi UB telah terakreditasi Unggul oleh LAM-PTKes (Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia).

2. Keunggulan

  • Integrasi dengan Fakultas Kedokteran: Mahasiswa farmasi belajar di lingkungan medis yang kental, memudahkan kolaborasi interprofesional dengan mahasiswa kedokteran dan keperawatan.
  • Fokus pada Farmasi Klinik dan Komunitas: Kurikulum dirancang agar lulusan siap terjun ke pelayanan pasien, bukan hanya sekadar pembuatan obat.
  • Kurikulum Berbasis Kompetensi: Mengacu pada standar global dan kebutuhan industri farmasi modern.
  • Jejaring Alumni dan Instansi: Kerja sama yang luas dengan rumah sakit tipe A, industri farmasi nasional, dan lembaga pemerintahan (BPOM).

3. Fasilitas yang Tersedia

Untuk menunjang perkuliahan dan riset, Farmasi UB menyediakan fasilitas modern:

  • Laboratorium Terpadu: Meliputi Lab. Farmasetika, Lab. Kimia Farmasi, Lab. Biologi Farmasi (Farmakognosi/Fitokimia), Lab. Farmakologi, dan Lab. Mikrobiologi.
  • Apotek Pendidikan: Sebagai sarana simulasi pelayanan kefarmasian nyata.
  • Clinical Skills Laboratory (CSL): Ruang simulasi untuk melatih keterampilan komunikasi dengan pasien.
  • Perpustakaan Pusat dan Fakultas: Akses ke ribuan jurnal internasional (seperti ScienceDirect dan Scopus).
  • Gedung Kuliah Bersama: Ruang kelas yang dilengkapi teknologi multimedia modern.

4. Tantangan Selama Perkuliahan

Farmasi dikenal sebagai salah satu jurusan "terberat" di rumpun kesehatan. Beberapa tantangannya meliputi:

  • Jadwal Praktikum yang Padat: Hampir setiap mata kuliah inti memiliki praktikum mingguan yang memakan waktu 3-4 jam per sesi.
  • Laporan Resmi (Logbook): Kewajiban menulis laporan praktikum tulisan tangan seringkali menjadi tantangan manajemen waktu bagi mahasiswa.
  • Ujian Kompetensi: Mahasiswa harus siap dengan ujian blok atau sistem semester yang menuntut pemahaman mendalam pada hafalan senyawa serta logika perhitungan dosis.

5. Estimasi Biaya Kuliah (UKT)

UB menggunakan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibagi berdasarkan kemampuan ekonomi orang tua. Berdasarkan data terbaru (jalur SNBP/SNBT):

  • Kelompok Terendah: Sekitar Rp500.000 - Rp1.000.000 per semester.
  • Kelompok Menengah: Sekitar Rp4.000.000 - Rp7.000.000 per semester.
  • Kelompok Tertinggi: Dapat mencapai Rp10.000.000 - Rp12.000.000+ per semester.
  • Catatan: Untuk jalur Mandiri, biasanya terdapat Iuran Pengembangan Institusi (IPI) yang dibayarkan sekali di awal masuk.

6. Estimasi Biaya Hidup di Malang

Malang dikenal sebagai kota pendidikan dengan biaya hidup yang relatif terjangkau dibandingkan Jakarta atau Surabaya.

  • Kost: Rp.700.000 – Rp. 1.500.000 Tergantung fasilitas (Kamar mandi dalam/luar)
  • Makan: Rp 1.200.000 – Rp 1.800.000 Asumsi 3x makan (Warung/Warteg)
  • Bensin & Kuota: Rp 200.000 – Rp 300.000 Pemakaian motor & internet standar
  • Lain-lain: Rp 200.000 – Rp 400.000 Laundry, fotokopi, & perlengkapan mandi
  • Estimasi Total : Rp 2.300.000 - Rp 4000.000


Universitas Brawijaya

Universitas Brawijaya

Building Up Noble Future

Jl. Veteran, Malang