KEDOKTERAN
Profil Jurusan Kedokteran Universitas Brawijaya (UB)
Universitas Brawijaya (UB) merupakan salah satu perguruan tinggi papan atas di Indonesia, terutama dalam bidang kesehatan. Fakultas Kedokteran UB (FK UB) secara konsisten menjadi tujuan favorit calon mahasiswa kedokteran dari seluruh Indonesia.
1. Akreditasi Kampus dan Jurusan
- Akreditasi Kampus (Universitas): Universitas Brawijaya saat ini memegang akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
- Akreditasi Jurusan (Prodi Sarjana Kedokteran): Program Studi Kedokteran di FK UB telah terakreditasi Unggul oleh LAM-PTKes (Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia).
- Akreditasi Internasional: FK UB juga telah mendapatkan pengakuan internasional, salah satunya dari AUN-QA (ASEAN University Network-Quality Assurance).
2. Keunggulan FK Universitas Brawijaya
- Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK): Menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) yang melatih mahasiswa berpikir kritis sejak dini.
- Reputasi Nasional: Tergolong dalam jajaran FK terbaik di Indonesia bersanding dengan UI, UGM, dan Unair.
- Jaringan Rumah Sakit Luas: Memiliki kerja sama yang sangat kuat dengan berbagai rumah sakit besar sebagai tempat praktik (koas).
- Pusat Riset: Aktif dalam penelitian kesehatan tingkat internasional, terutama dalam bidang penyakit degeneratif dan herbal.
3. Fasilitas yang Tersedia
FK UB menyediakan fasilitas penunjang yang modern untuk mendukung kegiatan akademik dan non-akademik:
- Gedung Pendidikan: Ruang kuliah teater yang nyaman dengan teknologi multimedia.
- Laboratorium Terpadu: Meliputi Lab Anatomi, Lab Biokimia, Lab Mikrobiologi, Lab Patologi, hingga Lab Keterampilan Medik (Skills Lab).
- Rumah Sakit Pendidikan Utama: RSSA (RSUD Dr. Saiful Anwar) Malang dan Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB).
- Perpustakaan: Koleksi buku medis yang sangat lengkap dan akses ke jurnal-jurnal kesehatan internasional berbayar.
- Gedung Olahraga dan Kantin: Fasilitas penunjang kenyamanan mahasiswa di area kampus.
4. Tantangan Selama Perkuliahan
Menjadi mahasiswa kedokteran di UB memerlukan ketahanan mental dan manajemen waktu yang baik karena:
- Beban Materi yang Padat: Mahasiswa harus menguasai materi biologi manusia secara mendalam dalam waktu yang relatif singkat per blok.
- Sistem Blok: Ujian dilakukan secara rutin setiap beberapa minggu (ujian blok), yang menuntut konsistensi belajar.
- Skill Lab: Ujian praktik tindakan medis (OSCE) yang membutuhkan ketelitian dan ketenangan tinggi.
- Durasi Pendidikan: Perjalanan panjang mulai dari Pre-klinik (S.Ked) sekitar 3,5–4 tahun, dilanjutkan masa Koas (Dokter Muda) selama 2 tahun.
5. Biaya Kuliah (UKT dan IPI)
Sistem biaya di UB menggunakan UKT (Uang Kuliah Tunggal) untuk jalur SNBP & SNBT, serta IPI (Iuran Pengembangan Institusi) untuk jalur Mandiri.
- UKT (Sesuai Golongan): Mulai dari Rp500.000 (Golongan 1) hingga kisaran Rp23.000.000+ per semester untuk golongan tertinggi.
- IPI (Jalur Mandiri): Untuk mahasiswa baru jalur Mandiri, terdapat uang pangkal yang dibayarkan satu kali di awal. Besarannya bervariasi, biasanya mulai dari Rp125.000.000 hingga Rp250.000.000 (tergantung kebijakan tahun akademik berjalan).
6. Estimasi Biaya Hidup di Malang
Salah satu keuntungan kuliah di UB adalah biaya hidup di Kota Malang yang relatif lebih terjangkau dibandingkan Jakarta atau Surabaya:
- Tempat Tinggal (Kost): Kisaran Rp800.000 – Rp2.500.000 per bulan (tergantung fasilitas seperti AC/Kamar Mandi Dalam).
- Makan: Sekitar Rp15.000 – Rp30.000 per porsi. Estimasi bulanan: Rp1.500.000 – Rp2.500.000.
- Transportasi: Jika tidak membawa kendaraan pribadi, tersedia ojek online dan angkutan kota yang terjangkau.
- Total Estimasi: Seorang mahasiswa bisa hidup cukup nyaman dengan biaya total Rp2.500.000 – Rp4.000.000 per bulan (di luar biaya kuliah)
Universitas Brawijaya
Universitas negeri di Malang.
Jl. Veteran, Malang